Jateng

USB dan STEKOM Dorong Digitalisasi Manajemen Peternakan Ayam Petelur di Boyolali

Dody H | 27 Juli 2026, 16:12 WIB
USB dan STEKOM Dorong Digitalisasi Manajemen Peternakan Ayam Petelur di Boyolali

Peternak Dikenalkan Sistem Informasi Manajemen Inventori untuk Mengelola Data Produksi dan Pakan

JATENG.AKURAT.CO, Pengelolaan data menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan efisiensi usaha peternakan ayam petelur.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Setia Budi (USB) Surakarta dan Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) melaksanakan pelatihan sistem informasi manajemen inventori kepada kelompok peternak Berkah Tigan Farm, Kabupaten Boyolali, Sabtu (25/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat berjudul “Optimalisasi Produksi Telur Ayam Petelur melalui Kandang Sehat dan Manajemen Inventori” yang memperoleh pendanaan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Dengan kontrak induk Nomor: 209/C3/DT.05.00/2026 serta Kontrak Turunan Nomor: 016/LL6/AL.04.03/PM/2026 dan Nomor: 00179/H4-07/15.04.2026

Tim pengabdi terdiri atas apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D. sebagai ketua, bersama Destik Wulandari, S.Pd., M.Si. dari Universitas Setia Budi dan Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom. dari Universitas Sains dan Teknologi Komputer sebagai anggota.

Ketiganya membawa kompetensi yang saling melengkapi dalam pengembangan program, khususnya pada aspek manajemen inventori, kesehatan ayam, dan lingkungan kandang.

Pelatihan sistem informasi manajemen inventori dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kemampuan mitra dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan data peternakan secara lebih sistematis.

Selama ini, pencatatan berbagai aktivitas peternakan menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat agar informasi mengenai kondisi usaha dapat digunakan dengan lebih optimal.

Dalam program tersebut, sistem informasi dikembangkan untuk membantu mitra melakukan pencatatan sejumlah data penting, antara lain populasi ayam, produksi telur, dan persediaan pakan.

Sistem tersebut menjadi sarana bagi mitra untuk mengintegrasikan berbagai informasi peternakan dalam satu sistem sehingga data lebih mudah dipantau dan digunakan dalam pengelolaan usaha.

Ketua tim pengabdian, apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pencatatan data merupakan bagian penting dalam pengelolaan peternakan modern.

Data produksi dan persediaan tidak hanya berfungsi sebagai catatan administratif, tetapi dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi kondisi usaha.

“Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik penggunaan sistem informasi bersama mitra. Peserta diperkenalkan dengan alur pencatatan data dan bagaimana informasi yang telah dimasukkan dapat digunakan untuk memantau kondisi peternakan,” ujar Dian.

Sementara itu, Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom., memberikan pendampingan pada aspek manajemen inventori.

Dalam program pengabdian, penguatan manajemen inventori diarahkan pada peningkatan kemampuan mitra dalam melakukan pencatatan stok serta pengendalian penggunaan pakan.

Aspek persediaan pakan menjadi perhatian penting karena pakan merupakan salah satu komponen utama dalam biaya operasional peternakan ayam petelur.

Pengelolaan stok yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya kekurangan maupun kelebihan persediaan.

Proposal program mencatat bahwa lemahnya pengendalian persediaan dan belum adanya pencatatan stok yang sistematis merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi mitra.

Melalui sistem informasi yang diperkenalkan, mitra diarahkan untuk membangun kebiasaan pencatatan yang lebih teratur.

Data yang terkumpul selanjutnya dapat digunakan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap aktivitas produksi dan penggunaan pakan.

Selain memberikan manfaat bagi pengelolaan inventori, sistem informasi juga diharapkan membantu mitra memperoleh gambaran usaha secara lebih menyeluruh.

Informasi mengenai jumlah ayam, produksi telur, dan persediaan pakan dapat menjadi dasar untuk melakukan evaluasi usaha secara berkala.

Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian program pengabdian yang dirancang secara berkelanjutan.

Setelah pelatihan sistem informasi, tim akan melanjutkan kegiatan dengan pendampingan penerapan sistem dan penguatan aspek lain dalam pengelolaan peternakan, termasuk biosekuriti kandang.

Pemilik Berkah Tigan Farm, Sigit Handoko, menyambut baik kegiatan tersebut karena sistem informasi memberikan alternatif bagi peternak untuk melakukan pencatatan secara lebih terstruktur.

Melalui kegiatan ini, tim USB dan STEKOM berharap terjadi peningkatan kemampuan manajemen mitra sehingga pengelolaan usaha peternakan dapat dilakukan berdasarkan data.

Digitalisasi pencatatan diharapkan tidak hanya mempermudah pekerjaan administrasi, tetapi juga mendukung proses evaluasi dan pengambilan keputusan usaha.

Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026 ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan usaha peternakan ayam petelur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.