Jateng

Mahasiswa KKN UNNES Edukasi Kesehatan Mental dan PHBS Anak Usia Dini Lewat Program TAMASYA di Grobogan

Muhammad Husni Mushonifi | 27 Juli 2026, 11:41 WIB
Mahasiswa KKN UNNES Edukasi Kesehatan Mental dan PHBS Anak Usia Dini Lewat Program TAMASYA di Grobogan

JATENG.AKURAT.CO, Sembilan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 16 Kesehatan Kelompok 11 menggelar program edukasi bertajuk TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) di dua taman kanak-kanak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. 

Program tersebut bertujuan menanamkan kebiasaan hidup sehat sekaligus memperkuat kesehatan mental anak sejak usia dini melalui pendekatan belajar sambil bermain.

Kegiatan dilaksanakan di TK Dharma Wanita I dan TK Dharma Wanita II dengan mengangkat dua tema berbeda. Di TK Dharma Wanita I, mahasiswa mengenalkan kesehatan mental melalui edukasi pengelolaan emosi, sedangkan di TK Dharma Wanita II mereka mengajarkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya kebiasaan mencuci tangan pakai sabun (CTPS).

Pemilihan tema kesehatan mental didasarkan pada pentingnya lima tahun pertama kehidupan sebagai golden age atau periode emas pembentukan karakter, kemampuan sosial, dan kesehatan mental anak. Kemampuan mengenali serta mengelola emosi sejak dini dinilai menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak di masa depan.

Sementara itu, edukasi PHBS dipilih karena kebiasaan mencuci tangan pakai sabun masih menjadi tantangan di kalangan anak-anak, termasuk di wilayah pedesaan. Rendahnya penerapan CTPS dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Mahasiswa KKN mengacu pada penelitian Yunawati dkk. (2026) yang menunjukkan edukasi dan demonstrasi enam langkah CTPS mampu meningkatkan kemampuan anak mempraktikkan cuci tangan yang benar dari 50 persen menjadi 100 persen. Temuan tersebut memperkuat pentingnya pembiasaan hidup bersih sejak usia dini sebagai langkah promotif dan preventif mencegah penyakit infeksi.

Program TAMASYA dikemas secara edukatif, partisipatif, dan interaktif melalui metode bermain peran (roleplay), sehingga materi kesehatan lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga melakukan pemantauan tumbuh kembang melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan seluruh peserta.

Kegiatan di TK Dharma Wanita II yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) diikuti 31 siswa. Setelah pemeriksaan tumbuh kembang, mahasiswa mengajak anak-anak memahami pentingnya mencuci tangan melalui permainan peran. Tiga mahasiswa berperan sebagai "kuman", sementara satu mahasiswa menjadi tokoh yang mengajak anak-anak melawan penyebaran penyakit dengan membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun.

Suasana belajar semakin meriah saat mahasiswa mendemonstrasikan enam langkah mencuci tangan yang benar. Seluruh siswa bersama para guru kemudian mempraktikkan gerakan tersebut secara bersama-sama hingga mampu mengikuti setiap tahapan dengan benar.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa menyerahkan poster enam langkah mencuci tangan dan sejumlah botol sabun cuci tangan kepada pihak sekolah agar kebiasaan CTPS dapat terus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Kepala TK Dharma Wanita II, Rina, mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu menyampaikan materi kesehatan dengan metode yang menyenangkan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UNNES yang telah mengajak anak-anak belajar sambil bermain. Metode bermain peran membuat mereka lebih mudah memahami cara mencuci tangan yang benar, bahkan sebagian besar sudah mampu mempraktikkannya sambil mengikuti lagu enam langkah cuci tangan. Poster dan sabun cuci tangan yang diberikan juga akan kami manfaatkan untuk membiasakan CTPS di sekolah," ujarnya.

Sementara itu, kegiatan di TK Dharma Wanita I pada Senin (20/7/2026) diikuti 27 siswa. Mahasiswa memperkenalkan berbagai karakter emosi yang terinspirasi dari film animasi Inside Out untuk membantu anak mengenali berbagai perasaan, mulai dari senang, sedih, marah, takut, hingga jijik.

Pembelajaran dikemas melalui permainan menebak karakter emosi. Anak-anak diajak mengenali tokoh sesuai emosi yang disebutkan, kemudian berlari menuju karakter yang tepat. Metode tersebut membuat proses belajar berlangsung aktif, menyenangkan, sekaligus membantu anak memahami bahwa setiap emosi merupakan hal yang wajar dan dapat dikenali serta dikelola dengan baik.

Melalui Program TAMASYA, mahasiswa KKN UNNES berharap edukasi kesehatan fisik maupun mental dapat ditanamkan sejak usia dini sehingga anak-anak tumbuh dengan kebiasaan hidup sehat, mampu mengenali emosinya, serta memiliki bekal yang baik untuk perkembangan sosial dan psikologis di masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.