Kuatkan Pendidikan Madrasah Diniyah, Menteri Agama Sampaikan Komitmennya kepada FKDT

JATENG.AKURAT.CO, Penguatan pendidikan Madrasah Diniyah di Indonesia, termasuk dukungan fasilitas untuk madrasah diniyah takmiliyah (MDT) menjadi perhatian Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Pembahan tersebut dikemukakan kala Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menerima kunjungan Ketua Umum Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Lukman Hakim dan jajaran pengurus di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu penting terkait pemberian insentif bagi para guru (ustadz), dukungan fasilitas, serta menyampaikan keberatan terhadap kebijakan full day school.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan bagi MDT.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus mengupayakan kesetaraan perlakuan antara madrasah dan sekolah umum, termasuk melalui jalur konstitusional.
"Inilah yang saya sering dengung kan di DPR, bahwa semua berhak mendapat perlakuan yang sama. Dengan adanya keputusan MK, merupakan angin segar untuk MDT. Jadi sekarang, kami sedang mengupayakan bagaimana memberikan keadilan terhadap MDT," ujar Menag.
Menag juga sependapat dengan masukan yang disampaikan, dan akan mengupayakan perubahan positif.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk menyerap aspirasi dan memperkuat sinergi dengan FKDT demi menciptakan sistem MDT yang inklusif dan berkeadilan.
Sementara itu, Lukman Hakim menyampaikan aspirasi di berbagai daerah yang masih menghadapi kendala keterbatasan sarana dan prasarana.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan ustadz MDT, yang selama ini dinilai belum mendapat perhatian yang seimbang.
Menurutnya, di lapangan, kawan-kawan masih banyak keterbatasan fasilitas, mayoritas tidak punya fasilitas memadai khususnya di bidang IT, menyebabkan pengisian data tidak due date dan terkesan stagnan.
"Terkait dengan insentif, jadi ustadz-ustadz MDT sekarang ini hidup dari keikhlasan, mereka ikhlas mengajar walaupun honor nya 100-200 ribu perbulan. Salah satu insentif terbesar diberikan oleh Bupati Kudus, yaitu 1 juta perbulan," ujarnya.
Selain itu, FKDT juga menyatakan keberatannya terhadap penerapan kebijakan full day school yang dianggap berdampak negatif terhadap waktu pembelajaran di MDT.
Mereka menilai, kebijakan tersebut dapat mengurangi minat serta waktu siswa dalam mengikuti pendidikan keagamaan nonformal.
Ada kegelisahan dari kawan-kawan karena ketika sekolah 5 hari diberlakukan, maka waktu untuk siswa belajar di MDT itu tidak ada, dengan alasan kecapekan dll, tuturnya.
Pada kesempatan audiensi tersebut, kesempatan tersebut Ketua Umum DPP FKDT mengundang Menteri Agama untuk hadir memberikan arahan pada acara Rapat Pimpinan Nasional dan Peringatan Harlah FKDT yg ke 13 pada tgl 18-20 Juli 2025 di Ballroom Hotel Bidakara Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat






