Disdik Kota Semarang Jelaskan Konsep PPDB 2025, Begini Konsep yang Akan Dijalankan

JATENG.AKURAT.CO, Penerimaan Peserta Didik Baru 2025 masih mengacu ke sistem zonasi.
Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat pada Selasa (25/3/2025).
Hanya saja Erwan mengatakan ada pengetatan penilaian agar tidak terjadi perdebatan saat penetapan penerimaan siswa di satuan pendidikan (Satpen).
“Untuk sistem PPDB kita masih mengacu pada sistem zonasi, hanya untuk penilaiannya kami perketat agar tidak terjadi perdebatan antara zona satu dan zona dua,” ujar Erwan.
“Agar tidak ada semacam jebakan batman kita buat nilainya berbeda sekalian agar memastikan calon siswa berada di wilayah yang layak diterima,” sambungnya.
Pasalnya, dalam penetapan nilai zonasi pada tahun-tahun sebelumnya terjadi perdebatan saat penentuan penerimaan siswa di Satuan Pendidikan karena sistem zonasi tersebut.
“Padahal sebelumnya walaupun jarak nilainya dekat, yaitu zona dua 40 dan zona satu 50, tapi yang zona dua itu dipastikan tidak bisa diterima mengngat minimal diterima di sekolah yang sesuai dengan zonasi harus minimal 50 poin,” bebernya.
“Makanya kita buat jarak nilai yang jauh sekalian, yaitu zona dua 25 dan zona satu 50 supaya tidak ada perdebatan,” sambungnya lagi.
PPDB 2025
Selain itu, Erwan mengatakan bahwa dalam PPBD kali ini tidak ada penambahan kapasitas rombel (Rombongan Belajar), yaitu untuk TK tetap 15 siswa per kelas, untuk SD 28 dan untuk SMP 32 siswa.
“Sama seperti jumlah kapasitas rombel tahun lalu,” tandas Erwan.
Kemudian, menanggapi tertundanya pembangunan SMPN 46, menurut Erwan hal tersebut tidak mempengaruhi daya tampung siswa saat ini karena banyaknya sekolah swasta yang ada di Ibu Kota Jawa Tengah.
“Untuk penundaan pembangunan SMPN 46 tidak mempengaruhi daya tampung kelas saat ini. Karena saat ini jumlah sekolah swasta juga cukup banyak sehingga kami tidak khawatir kekurangan ruang kelas ya,” ujarnya.
Beasiswa dan Sekolah Swasta Gratis
Erwan juga menjelaskan untuk beasiswa untuk pelajar atau mahasiswa tidak mampu masih terus berjalan dengan catatan penerima adalah siswa tidak mampu yang tercatat di dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Beasiswa juga diberikan kepada siswa berprestasi.
Erwan kemudian menegaskan bahwa beasiswa sekolah swasta bukanlah program sekolah swasta gratis.
Pasalnya terjadi kesalahpahaman di masyarakat bahwa beasiswa sekolah swasta disamakan dengan program sekolah swasta gratis.
“Catatan, beasiswa sekolah swasta dan sekolah swasta gratis itu berbeda ya. Kalau beasiswa, penerima manfaatnya adalah personal siswa. Sedangkan sekolah swasta gratis itu bentuknya adalah anggaran hibah untuk yayasan atau sekolah swasta tersebut, jadi penerima dana hibahnya adalah institusi,” tuturnya.
“Utuk jumlah sekolah yang menerima dana hibah sekolah swasta gratis, kalau tidak salah untuk TK sudah ada 47 yayasan. Terus SD wasta ada 47, dan SMP swasta 41. Tapi secara detail nanti kita buka lagi,” sambung Erwan.
“Sekolah swasta bisa mengajukan pelaksanaan bantuan sekolah gratis dengan ketentuan yang berlaku dan Dinas Pendidikan yang melakukan verifikasi,” tutup Erwan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










