Riset Dosen UNNES: Ekstrak Kulit Rambutan Dapat Recovery Kerusakan Paru Akibat Rokok dan Vape

AKURAT.CO SEMARANG - Kerusakan organ yang disebabkan oleh rokok menjadi perhatian dosen Biologi FMIPA UNNES, Prof. Dr. Lisdiana.
Sebagai ahli yang bertahun-tahun menekuni anatomi fisiologi, ia meneliti kerusakan paru yang disebabkan oleh rokok dan vape.
Dalam pidato pengkuhannya sebagai profesor, Prof Lis mengungkapkan bahwa rokok dan vape diketahui memiliki efek tidak langsung yang terhadap paru.
Baca Juga: Aktifitas Ahmadiyah Ditolak Kemenag, Ketua FKUB Jateng; Ahmadiyah Itu Islam
Dalam satu kali hisapan rokok terdapat sekitar seratus triliun molekul radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.
Radikal bebas dalam rokok dapat menggangu keseimbangan tubuh dan meyebabkan stres oksidatif yang berpotensi merusak sel.
“Memang pengaruh rokok berlangsung secara perlahan, dalam tempo yang relatif lama, tidak langsung dan tidak nampak secara nyata,” katanya, Minggu (29/10/2023).
Baca Juga: Pemkot Semarang Sudah Memberikan Perhatian dan Bantuan kepada Mantan Pemain PSIS, Budiono Sutikno
Salah satu zat yang ditemukan dalam rokok kretek adalah eugenol.
Zat ini merupakan bahan anestetik yang digunakanoleh dokter gigi.
Apabila eugenol dikonsumsi maka akan timbul efek anestesi pada pengguna rokok kretek.
Baca Juga: Pesta Diskon Semarang Great Sale 2023 Resmi Dibuka, Ini Harapan Wali Kota Semarang
Eugenol juga memiliki efek antikonvulsan, penghambat transmisi neural dan peradangan.
Meskipun dianggap lebih sehat, zat kimia juga banyak ditemukan dalam vape.
“Dalam penelitian lebih lanjut tentang vape yang diprakarsai oleh FDA di Amerika pada tahun 2009 dilaporkan bahwa vape mengandung tobacco specific nitrosamines (TSNA) yang bersifat toksik,” kata Prof Lis.
Baca Juga: Mbak Ita Berharap Pemuda Pancasila Komitmen Dalam Keterlibatan Kelancaran Pemilu Damai 2024
Vape juga mengandung gas polutan hasil pembakaran larutan yang telah menjadi uap atau asap.
Gas polutan dalam vape tidak sebanyak seperti dalam gas polutan rokok konvensional.
Salah satu gas polutan hasil pembakaran cairan vape adalah karbon monoksida (CO).
Ikatan yang kuat antara CO dengan hemoglobin mengakibatkan karbon monoksida menjadi sangat berbahaya bagi tubuh karena menyebabkan keterbatasan pengikatan oksigen dengan hemoglobin dalam jaringan di seluruh tubuh.
Baca Juga: Antisipasi Jeratan Pinjol Ilegal, Literasi Keuangan di Masyarakat Perlu Terus Didorong
Menurut Prof Lis, kadar karbon monoksida yang terpapar pada tubuh manusia sekitar 2,5 - 5 persen dari uap hasil pembakaran larutan vape.
Vape mengandung berbagai macam zat berbahaya antara lain asetaldehid, aseton, akrolein, kadmium, khromium, formaldehid, nikotin, N-nitrosamines, toulene dan lead. Kandungan zat kimia tersebut memiliki efek toksik yang berbeda-beda.
Semua senyawa yang terkandung dalam vape ini masuk ke dalam aliran darah, karena kandungan senyawa dalam vape ini merupakan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.
Baca Juga: Semargres 2023 Resmi Dibuka, Wali Kota: Sinergi Semua Pihak Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Semarang
Radikal bebas tersebut dapat merusak DNA, protein, lipid.
Aneka potensi yang disebabkan rokok dan vape itulah yang oleh Prof Lis dengan memanfaatkan kulit buah rambutan.
Penelitian pengaruh ekstrak kulit rambutan pada recovery pada anatomi dan fisiologi organ paru telah dilakukan dengan menggunakan hewan uji tikus Rattus norvegicus strain wistar dewasa jantan.
Pemberian ekstrak kulit buah rambutan personde selama 30 hari.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit rabutan berpengaruh terhadap jumlah makrofag alveolar dan kadar GSH paru yang dipapar asap rokok,” katanya.
Hasil penelitian pada hewan uji menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung dalam kulit rambutan, yakni antioksidan mampu me-recovery kerusakan organ paru yang diakibatkan oleh paparan asap rokok dan vape.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






