UNNES Siap Berlakukan Peniadaan Wajib Skripsi, Tunggu Juklak Turun

AKURAT.CO SEMARANG - Kewajiban menulis skripsi sebagai syarat kelulusan, selama ini kerap dikritik mulai dari menghambat kelulusan mahasiswa sampai hanya berguna mengisi rak perpustakaan kampus.
Oleh sebab itu, kewajiban menulis skripsi diusulkan untuk diganti denhan praktik.
Baca Juga: Rektor UNNES Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Dosen Fakultas Teknik
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) terbaru juga menghapus kewajiban bagi lulusan magister (S2) dan doktor (S3) untuk menerbitkan makalah ilmiah di jurnal terakreditasi atau jurnal internasional.
Menanggapi wacana tersebut, Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof Dr Martono mengatakan pihaknya siap jika memang kewajiban menulis skripsi diganti dengan skema kelulusan yang lain.
Baca Juga: Berikut 4 Tips Menjadi Seorang Karyawan yang Bisa Produktif Tinggi
"Kami sudah memberlakukan tidak wajib akripsi ketika mahasiswa meraih prestasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan berhasil melakulan publikasi internasional," ujarnya ketika diwawancara pada Kamis (7/9/2023).
"Pada prinsipnya kami siap melaksanakan peraturan mendikbudristek yang baru namun sampai saat ini kami belum menerima Juklak (petunjuk pelaksanaan)," ujarnya saat menjelaskan bahwa belum ada juklak yang dia terima.
Baca Juga: 4 Bahasa Asing Ini Wajib Dikuasai Bila Ingin Bekerja di Perusahaan Global
Meski begitu, Martono menjelaskan, peraturan tidak wajib skripsi pernah diterapkan pada tahun 1980-an.
"Sebenarnya peraturan ini bukan peraturan baru ya. Tahun 80-an sudah ada peraturan seperti ini melalui beberapa jalur seperti membuat makalah atau tugas akhir," ujarnya.
Namun begitu Martono berpendapat, agar menjaga kualitas lulusan maka harus ada skema yang mungkin mengganti skripsi itu dengan beberapa persyaratan seperti sertifikasi berjenjang atau kompetensi yang sudah teruji. Tapi kita tunggu saja juklaknya.
Baca Juga: Event Semesta Berpesta Siap Menghibur Warga Solo, Catat Tanggal dan Amankan Tiketnya
"Walaupun begitu, di Fakultas Teknik dan Seni Rupa sudah tidak menggunakan skripsi, mereka bisa menggantinya dengan tugas akhir atau pameran seni rupa untuk jurusan seni. Dan itu sudah tertuang dalam SK Rektor," tutup Martono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 4Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 5Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Apakah Besok Senin 24 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama Maulud Nabi? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 8Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 9Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 10Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta










